Jumat, 23 November 2018

P3K

P3K Dalam Olahraga

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)

Pertolongan pertama merupakan pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit ataupun cedera (kecelakaan) yang memerlukan penanganan medis Dasar. Sedangkan medis dasar merupakan tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dimiliki oleh orang awam atau orang awam yang terlatih secara khusus. Tujuannya adalah mencegah maut dan mempertahankan hidup, mencegah penurunan kondisi badan atau cacat.

(Nadine: 2011) mengatakan bahwa “tindakan P3K yang dilakukan dengan baik dan benar akan mengurangi cacat atau pendritaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bias memperburuk akibat kecelakaan bahkan menimbulkan kematian”.

A. Pertolongan Dan Perawatan Korban

Sikap penolong : 

1.  Tidak panik, bertindak cekatan, tenang tidak terpengaruh keluhan korban jangan menganggap enteng luka yang diderita korban.

2.      Melihat pernapasan korban jika perlu berikan pernapasan buatan.

3.      Hentikan pendarahan, terutama luka luar yang lebar.

4.      Perhatikan tanda-tanda shock.

5.  Jangan terburu-buru memindahkan korban, sebelum kita dapat menentukan jenis dan keparahan luka yang dialami korban.

Kewajiban Penolong : 

1.      Perhatikan keadaan sekitar tempat kecelakaan

2.      Perhatikan keadaan penderita

3.      Merencanakan secara hati-hati cara pertolongan yang akan dilakukan

4.      Jika korban meninggal beritahu polisi atau bawa korban kerumah sakit

Wilayah Penolong: 

Pertolongan pertama pada kecelakaan sifatnya semantara. Artinya kita harus tetap membawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk pertolongan lebih lanjut dan memastikan korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan. 

1. Kelainan Jalan Napas Dan Pernapasan

a. Tersendak

Gejala       : 

1.      Kesulitan bicara dan bernapas (biasa henti napas)

2.      Kulit biru (sianosis) dan biasanya memegang leher

Tujuan : Mengeluarkan benda yang menyumbat dan 

memulihkan pernapasan.

Tindakan : 

Tindakan yang dilakukan pada orang dewasa

1.      Korban ditenangkan dan suruh batuk bila sadar

2.      Bungkukkan badan dan pukul punggung

3.      Bila tidak berhasil lakukan hentakan perut

4.      Bila tidak berhasil kombinasikan antara keduannya

Tindakan yang dilakukan pada korban anak-anak dan bayi 

dilakukan pukulan punggung saja jika tidak berhasil lakukan RJP.

b. Tenggelam

Tujuan : Mencegah dan mengatasi kekurangan oksigen di dalam darah

Tindakan : 

1.      Ketika mengangkat korban kepala harus lebih rendah dari    badan, ini bertujuan untuk mengurangi resiko menghirup air.

2.      Baringkan korban pada tempat yang hangat (atasi Hipothermia) dan siap-siap untuk RJP

c. Menghirup Gas

Tujuan : Memulihkan pernapasan

Tindakan : 

1.      Singkirkan korban dari bahaya dan bawa ketempat yang berudara segar

2.      Berikan oksigen bila ada

3.      Tetapkan bersama korban, periksa napas, nadi, dan tingkat reaksinya setiap 10 menit.

d. Asthma

yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.

Gejala       :  

1.      Sesak napas, ditandai fase ekspirasi yang memanjang

2.      Suara mencicit ketika menghirup napas

3.      Tegang dan cepat, korban susah diajak bicara, banyak berbisik

4.      Kulit membiru (sianosis)

5.      Kesadaran menurun (gelisah/meracau)

6.      Pada serangan berat usaha untuk bernapas dapat menyebabkan kelelahan hebat

7.      Otot bantu napas di leher terlihat menonjol 

Tujuan      : Melegakan pernapasan

Tindakan :

1.      Tenangkan korban

2.      Dudukkan pasien bersandar ke depan dengan posisi ½ duduk dan istirahat sambil berpegangan. Pastikan pasien cukup mendapat udara segar

3.      Suruh pasien untuk mengatur napasnya

4.      Beri oksigen (bantu) bila diperlukan

5.      Bila pasien mempunyai obat, suruh ia menggunakannya / meminumnya 

2. Gangguan Sirkulasi

a. Shock

Gejala : 

1.      Lemah dan pening

2.      Mual dan mungkin muntah dan haus

3.      Napas cepat dan dangkal

4.      Nadi cepat dan tidak teratur

Tujuan : 

1.      Mengenali tanda-tanda shock

2.      Menangani penyebabnya bila jelas

3.      Memperbaiki suplai darah ke otak, jantung ydan paru-paru    

Tindakan : 

1.      Atasi setiap penyebab shock yang mungkin dapat anda tangani

2.      Pasien dibaringkan dengan posisi kepala harus lebih rendah

3.      Kaki ditinggikan dan ditopang. Hati-hati kalau anda menduga ada patah tulang

4.  Longgarkan pakaian yang mengikat agar tekanan pada keher, dada, dan punggang berkurang

5.      Pasien diselimuti agar tidak kedinginan

6.      Periksa dan catat pernapasan, nadi dan tingkat reaksi tiap 10 menit

b. Pingsan 

yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea

Gejala : 

1.      Perasaan limbung

2.      Menguap berlebihan

3.      Pandangan berkunang-kunang

4.      Telinga berdenging

5.      Nafas tidak teratur

6.      Muka pucat

7.      Biji mata melebar

8.      Lemas

9.      Keringat dingin

10.  Tak respon (beberapa menit)

11.  Denyut nadi lambat

Tujuan : Memperbaiki aliran darah ke otak, menenangkan dan menyamakan korban setelah sadar

Tindakan : 

1.      Pasien dibaringkan dengan posisi kaki di tinggikan dan ditopang

2.      Baringkan korban dalam posisi terlentang

3.      Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung

4.      Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan

5.      Beri udara segar

6.      Periksa kemungkinan cedera lain

7.      Selimuti korban

8.      Korban diistirahatkan beberapa saat

9.      Bila tak segera sadar , periksa nafas dan nadi, posisi stabil, Rujuk ke instansi kesehatan

c. Luka 

yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.

Jenis-jenis luka : 

1.      Luka sayat

2.      Laserasi (Luka robek)

3.      Abrasi (luka lecet)

4.      Kontusi (Memar)

5.      Luka tembus

6.      Luka tembak

Tindakan: 

1.      Bersihkan luka dengan antiseptic(alcohol/boorwater)

2.      Tutup luka dengan kasa steril/plester

3.      Balut tekan (jika pendarahannya besar)

4.      Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:

1.      Anda harus memperhatikan dan mengecek  apakah ada benda asing pada luka, bila ada:

·         Keluarkan tanpa menyinggung luka

·         Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)

·         Evakuasi korban ke pusat kesehatan

2.      Bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika di buang maka luka akan berdarah lagi.

d. Pendarahan

yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa saja. 

Jenis-jenis Pendarahan        : 

1.      Pendarahan arteri

2.      Pendarahan vena

3.      Pendarahan Kaliper  

Prinsip dasar pertolongan pada pendarahan adalah tekan, tinggikan, tekan pembuluh darah dan tenangkan korban serta balut bila perlu (5T), kita juga bisa meneteskan betadine pada bagian yang luka supaya darah terhenti dan tidak terinfeksi

Pendarahan Luar Yang Hebat

Tujuan : 

1.      Mengatasi pendarahan

2.      Mengatasi shock

3.      Mengurangi resiko infeksi

Tindakan : 

1.      Pakaian dilepas atau digulung supaya luka terlihat

2.    Tekan luka secara langsung dengan jari atau telapak tangan anda, sebaiknya dengan perban steril atau bantalan kain bersih

3.    Anggota tubuh yang luka ditinggikan sampai diatas jantung, ditopang dan dipegangi secara hati-hati kalau ada patah tulang

4.      Baringkan korban agar aliran darah ke daerah luka lebih lambat untuk mencegah infeksi

5.      Biarkan bantalan semula pada tempatnya. Tutupi dengan perban steril. Balut dengan ketat tapi jangan terlalu keras agar tidak menghambat sirkulasi.

6.      Bagian yang terluka ditopang seperti pada patah tulang.

Pendarahan Dalam

Tujuan : Mengatasi endarahan dan mengatasi shock

Tindakan : 

1.      Korban dibaringkan telentang, kaki ditinggikan dan ditopang

2.    korban diselimuti aga5r tidak kedinginan. Periksa dan catat pernapasan, nadi dan reaksinya setiap 10 menit

3.   Catat jenis, jumlah dan sumber darah yang keluar dari ling tubuh. Bila mungkin, kirim sampelnya ke rumah sakit bersama korban.

e. Mimisan 

yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin/kelelahan/benturan).

Gejala : 

1.      Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri

2.      Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah

3.      Kadang disertai pusing

Tindakan    : 

1.      Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman

2.      Tenangkan korban

3.      Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung

4.      Diminta bernafas lewat mulut

5.      Bersihkan hidung luar dari darah

6.      Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama

f. Lemah Jantung 

yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung. Ingat……!!! Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, dan tegang.

Gejala : 

1.      Nyeri di dada

2.      Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk

3.      Kadang sampai tidak merespon terhadap suara

4.      Denyut nadi tak teraba/lemah

5.      Gangguan nafas

6.      Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung

7.      Kepala terasa ringan

8.      Lemas

9.      Kulit berubah pucat/kebiruan

10.  Keringat berlebihan

Tindakan    : 

1.      Tenangkan korban

2.      Istirahatkan

3.      Posisi ½ duduk

4.      Buka jalan pernafasan dan atur nafas

5.      Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan

6.      Jangan beri makan/minum terlebih dahulu

7.      Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)

g. Luka Bakar

yaitu luka yangterjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, air panas, listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar)

Tujuan : 

1.      Menghentikan proses terbakar dan meredakan nyeri

2.      Melakukan resusitasi bila perlu

3.      Menengani cedera yang ikut terjadi

4.      Mengurangi resiko infeksi

Tindakan : 

1.      Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen 

2.      Perhatikan keadaan umum penderita

3.      Pasien dibaringkan. Kalau bisa bagian yang luka jangan menyetuh tanah

4.      Luka disiram dengan air dingin sebanyak-banyaknya

5.  Sementara mendinginkan luka, periksa jalan napas, pernapasan dan nadi. Siap-siap melakukan resusitasi jika perlu.

6.      Lepaskan cincin, arloji, ikat pinggang, sepatu dan pakain yang bekas terbakar secara hati-hati sebelum luka membengkak. Kalau melekat pada luka, pakaian tidak perlu di lepas.

7.    Luka dibalut dengan pembalut luka atau bahan lainya (luka pada wajah tidak perlu ditutup, ttapi harus terus didinginkan dengan air untuk meredakan nyeri)

8.      Untuk mencegah terjadinya infeksi:

·         Luka ditutup dengan perban atau kain bersih kering yang tak dapat melekat pada luka

·         Penderita dikerudungi kain putih

·         Luka jangan diberi zat yang tak larut dalam air seperti mentega, kecap dll

9.      Pemberian sedative/morfin 10 mg im diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam pertama

10.  Bila luka bakar luas penderita diKuasakan

11.  Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila tidak memungkinkan masih bisa dilakukan dalam 24-48 jam pertama dengan pengawasan ketat selama perjalanan.

12.  Khusus untuk luka bakar daerah wajah, posisi kepala harus lebih tinggi dari tubuh.

3. Gangguan Kesadaran

a. Gangguan kesadaran karena terhambat jalan napas dll

Tujuan : 

1.      Mempertahankan agar jalan napas tetap terbuka

2.      Menilai dan mencatat tingkat reaksi

3.      Menangani cedera yang menyertai

Tindakan : 

1.      Buka jalan napas, periksa nadi dan napasnya siap-siap resusitasi

2.      Atasi pendarahan luar yang berat maupun patah tulang, jangan melangkahi korban yang yang tidak sadar

3.      Cari cedera atau kelainan yang tidak jelas, cium bau pernapasan

4.      Baringkan korban dalam posisi pemulihan

b. Histeria 

yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.

Gejala : 

1.      Seolah-olah hilang kesadaran

2.      Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)

3.      Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas

Tindakan    : 

1.      Tenangkan korban

2.      Pisahkan dari keramaian

3.      Letakkan di tempat yang tenang

4.      Awasi

4. Pengaruh Panas Dan Dingin

a. Hipotermia

Hipotermia merupakan suatu kedaan dimana korban dalam keadaan dingin atau suhu badan korban meknurun karena lingkungan yang dingin.

Gejala : 

1.      Menggigil atau gemetar

2.      Kulit dingin, pucat dan kering, kulit terasa dingin seperti marmer

3.      Apatis, konfusi atau perilaku yang tidak masuk akal, sering menjadi agresif

4.      Mengantuk

5.      Gangguan kesadaran

6.      Pernapasan dangkal, cepat dan nadi lambat

7.      Pada kasus yang eksterna henti jantung

8.      Pandangan terganggu. 

9.      Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya lambat

Tujuan : Mencegah agar panas yang hilang tidak bertambah dan menghangatkan badan

Tindakan : 

a.       Bawa korban ketempat hangat

b.      Korban dibaringkan dan diselimuti

c.       Jaga jalan nafas tetap lancar

d.      Korban yang sadar di beri minuman hangat, sup atau makan yang berenergi tinggi seperti coklat dll

e.       Jaga korban agar tetap sadar

f.       Kalu anda ragu akan kondisi korban yang sudah tua atau masih bayi, panggil dokter

g.      Jika korban menjadi tidak sadar, periksa nadi dan napasnya, serta melakukan resusitasi jika perlu

b. Kelelahan akibat kepanasan

Gejala : 

1.      Sakit kepala, pening dan konfusi

2.      Tidak ada nafsu makan dan mual

3.      Berkeringat, kulit pucat dan lembap

4.      Kejjang pada kaki atau tangan dan perut

5.      Denyut nadi cepat kemudian lemah.

Tujuan : Memindahkan korban ke tempat yang sejuk, mengganti kehilangan garam dan cairan

Tindakan : 

1.      Baringkan korban di tempat sejuk, kaki di tinggikan ydan ditopang

2.      Kalau korban sadar, berikan minuman cairan yang memiliki kandungan garam rendah (1 sendok garam per liter air) sebanyak munugkin.

3.      kalau korban segera pulih kembali, sarankan agar berobat ke dokter

4.      Jika korban menjadi tidak sadar, barinigkan tdalam posisi pemulihan, minta bantuan. Periksa dan catat nadi dan pernapasan serta tingkat reaksinya setiap 10 menit.

c. Dehidrasi 

yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.

Gejala :  

1.      Dehidrasi ringan

·         Defisit cairan 5% dari berat badan

·         Penderita merasa haus

·         Denyut nadi lebih dari 90x/menit

2.      Dehidrasi sedang

·         Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan

·         Denyut Nadi lebih dari 90x/menit

·         Nadi lemah

·         Penderita merasa sangat haus

3.      Dehidrasi berat

·         Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan

·         Hipotensi

·         Mata cekung

·         Nadi sangat lemah, sampai tak terasa

·         Kejang-kejang

Tindakan    : 

1.      Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock

2.      Mengganti elektrolit yang lemah

3.      Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada

4.      Memberantas penyebabnya

5.      Rutinlah minum jangan tunggu haus 

5. Cedera Pada Patah Tulang, Sendi Dan Otot

Jenis cedera   : 

a.       Fraktur

b.      Dislokasi

c.       Cedera jaringan lunak

d.      Tindakan umum pada tulang

Gejala Umum : 

1.      Kesulitan untuk menggerakkan bagian yang cedera atau tidak bisa di gerakan sama sekali

2.      Nyeri paha atau di dekat tempat cedera dan diperberat oleh gerakan. Nyeri yang hebat dan menyakitkan sering menunjukkan suatu dislokasi, nyeri dan lunak di atas tulang kalau disentuh merupakan gejala dari fraktur

3.      Perubahan bentuk, memar dan bengkak

4.      Gejala-gejala shock kalau patah tulang paha, lengkungan iga dan atau panggul

Tujuan : Mencegah gerakan dari bagian yang sakit, mencegah bengkak dan nyeri dan mencari bantuan medis

Tindakan Umum: 

1.      Katakan pada korban supaya tenang. Bagian yang sakit distabilkan dan ditopang dengan tangan  sampai dimobilisasi

2.      Agar dapat ditopang dengan baik, bagian yang sakit di satukan dengan bagian tubuh yang sehat. Jika anda menduga ada dislokasi jangan mencoba mengembalikan tulang-tulang ke dalam rongga sendi

3.      Minta bantuan, tangani shock kalau ada. Bila mungkin bagian yang cedera ditinggikan, diperiksa sirkulasi di bawah balutan tiap 10 menit.

a. Patah Tulang/fraktur 

yaitu rusaknya jaringan tulang, secara keseluruhan maupun sebagian

Gejala : 

1.      Perubahan bentuk

2.      Nyeri bila ditekan dan kaku

3.      Bengkak

4.      Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah

5.      Ada memar (jika tertutup)

6.      Terjadi pendarahan (jika terbuka)

Tindakan : 

1.      Bagian yang sakit di topang dengan tangan  

2.      Agar dapat ditopang dengan baik, bagian yang sakit di satukan dengan bagian tubuh yang sehat

3.      Minta bantuan, tangani shock kalau ada. Bila mungkin bagian yang cedera ditinggikan, diperiksa sirkulasi di bawah balutan tiap 10 menit.

b. Patah tulang tertutup

Periksa Gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bisa digerakan/diangkat), Sensasi (respon nyeri), Sirkulasi (peredaran darah)

Tindakan : 

1.      Ukur bidai (Jalinan bilah bambu atau rotan untuk kerai) disisi yang sehat

2.      Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh bawah

3.      Pasang bantalan didaerah patah tulang

4.      Pasang bidai meliputi 2 sendi disamping luka

5.      Ikat bidai

6.      Periksa GSS (Gerakan, Sensasi (respon nyeri) dan Sirkulasi (peredaran darah)

c. Untuk patah tulang terbuka

Tindakan    : 

1.      Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi tulang yang mencuat

2.      Tutup tulang dengan kasa steril, plastik, pembalut cincin

3.      Ikat dengan ikatan V

4.      Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah tulang tertutup

d. Kram 

yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.

Gejala : 

1.      Nyeri pada otot

2.      Kadang disertai bengkak

Tindakan    : 

1.      Istirahatkan penderita 

2.      Posisikan penderita pada posisi yang nyaman

3.      Relaksasi

4.      Pijatlah penderita pada arah berlawanan dengan kontraksi

e. Memar 

yaitu pendarahan yang terjadi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.

Gejala : 

1.      Warna kebiruan/merah pada kulit

2.      Nyeri jika di tekan

3.      Kadang disertai bengkak

Tindakan : 

1.      Kompres penderita dengan air dingin

2.      Balut dan tekanlah pada bagian yang memar 

3.      Tinggikan bagian luka

f. Keseleo 

yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.

Gejala : 

1.      Bengkak

2.      Nyeri bila tekan

3.      Kebiruan/merah pada derah luka

4.      Sendi terkuncingan

5.      Ada perubahan bentuk pada sendi

Tindakan  : 

1.      Korban diposisikan nyaman

2.      Kompres es/dingin

3.      Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan

4.      Tinggikan bagian tubuh yang luka

6. Cedera Jaringan Ringan 

Tujuan : Mengurangi bengkak dan nyeri, kemudian mencari bantuan medis bila perlu.

Tindakan : 

1.      Istirahatkan, stabilkan dan topang bagian bagian yang cedera dalam posisi yang nyaman bagi korban

2.      Bila cedera baru saja terjadi, kompres (dinginkan) bagian tersebut dengan es yanig dibungkus dengan kain untuk mengurangi bengkak dan nyeri.

3.      Seputar bagian yang cedera ditekan sedikit dengan gumpalan kapas atau busa yang tebal, eratkan dengan balutan

4.      Bagian yang cedera ditopang dan ditinggikan supaya aliran darah ke tempat itu berkurang dan untuk mengurangi memar

5.      Minta bantuan bila perlu.

7. Keracunan Makanan Atau Minuman

Keracunan yanug dialami oleh penderita akibat makanan atau minuman yang mengandung racun.

Gejala : 

1.      Mual, muntah

2.      Keringat dingin

3.      Wajah pucat/kebiruan

4.      Pusing

5.      Kejang-kejang seluruh badan

6.      Kadang-kadang mencret

7.      Kalau terlalu berat bisa pingsang

Tindakan : 

1.      Bawa korban ke tempat yang teduh dan segar

2.      Jika korban tidak sehat, pastikan jalan napas selalu terbuka dan amati pernapasan dan sirkulasinya

3.      Cegah c edera lebih lanjut

4.      Untuk racun yang tertelan, jangan berusaha agar korban muntah karena bisa membahayakan korban, ada baik korban di beri susu atau obat norit kalau ada

5.      Untuk racun yang terhirup, Singkirkan korban dari bahaya dan bawa ke tempat yang udaranya segar

6.      Untuk racun yang terserap, sisa-sisa zat kimia yang masih ada pada kulit di bilas dengan air megalir.

7.      Istirahatkan

8.      Jangan diberi air minum  sampai kondisinya lebih baik.

Catatan : Apabila anda menginginkan korban muntah, Tindakan yang harus dilakukan   adalah mencampur satu sendok garam dengan air panas Atau dengan sepotong sabun yang dikocok dengan segelas air panas. Jika racun sudah leluar beri minum segelas susu untuk melepaskan jaringan-jaringan yang rusak.

8. Benda Asing

Tindakan : 

1.      Tentukan apakah mungkin atau bijaksana apabila berusahamengeluarkan benda tersebut. Ada benda yang tidak boleh dan tidak dapat dikeluarkan oleh penolong. Apabila tidak dapat dikeluarkan mintalah bantuan medis

2.      Jika benda tersebut dapat di keluarkan maka yang terpenting adalah tenangkan korban dan kurangi serta perhatikan resiko pendarahan dan terinfeksi.

9. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala

yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.

Gejala                 : 

1.      Kepala terasa nyeri/berdenyut

2.      Kehilangan keseimbangan tubuh

3.      Lemas

Tindakan : 

1.      Istirahatkan korban

2.      Beri minuman hangat

3.      beri obat bila perlu

4.      Tangani sesuai penyebab

10. Maag/Mual 

yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.

Gejala  : 

1.      Perut terasa nyeri/mual

2.      Berkeringat dingin

3.      Lemas

 Tindakan : 

1.      Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban

2.      Beri minuman hangat (teh/kopi)

3.      Jangan beri makan terlalu cepat

11. Gigitan Binatang 

Gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan alat dari binatang tersebut untuk mempertahankan diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam keselamatan jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua jenis yaitu yang berbisa (beracun) dan yang tidak berbisa (tidak beracun). Pada umumnya resiko infeksi pada gigitan binatang lebih besar dari pada luka biasa. Oleh karena itu yang harus kita lakukan untuk menolong korban di gigit binatang adalah:

1.      Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat dengan sedikit antiseptik

2.      Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut

a. Gigitan Ular

Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup penderita atau korban tergantung pada ketepatan diagnosa, maka pada keadaan yang meragukan ambillah sikap menganggap ular tersebut berbisa. Sifat bisa atau racun ular terbagi menjadi 3, yaitu:

1.      Hematotoksin (keracunan dalam)

2.      Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf)

3.      Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)

Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul pada gigitan, penderita dapat pingsan, sukar bernafas dan mungkin disertai muntah. Sikap penolong yaitu menenangkan penderita adalah sangat penting karena rata-rata penderita biasanya takut mati. Oleh karena itu kita harus cepat mengambil bertindak:

1.  Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung.

2.      Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat 

3.      Cegah penyebaran bisa penderita dari daerah gigitan

Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan untuk membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak menghalangi aliran arteri. Torniquet / toniket dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik

·         Letakkan daerah gigitan dari tubuh

·         Berikan kompres es

·         Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan petidine 50 mg/im untuk menghilangkan rasa nyeri

1.      Perawatan luka

·         Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium atau benda panas

·         Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya, bila perlu pengeluaran ini dibantu dengan pengisapan melaluibreastpump sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak berbahaya bila ditelan selama tidak ada luka di mulut.

2.      Bila memungkinkan, berikan suntikan anti bisa (antifenin)

3.      Perbaikan sirkulasi darah

·         Kopi pahit pekat

·         Kafein nabenzoat 0,5 gr im/iv

·         Bila perlu diberikan pula vasakonstriktor

4.      Obat-obatan lain

·         Ats

·         Toksoid tetanus 1 ml

·         Antibiotic misalnya: PS 4:1

b. Gigitan Lipan

Ciri-ciri : 

1.      Ada sepasang luka bekas gigitan

2.      Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam

Tindakan : 

1.      Kompres dengan yang dingin dan cuci dengan obat antiseptik

2.      Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa ke paramedic

c. Gigitan Lintah dan Pacet

Ciri-ciri : Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan (lintah)

Tindakan   : 

1.      Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air tembakau/air garam

2.      Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok dengan obat atau salep anti gatal

d. Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan Penyengat lainnya

Biasanya sengatan ini kurang berbahaya walaupun bengkak, memerah, dan gatal. Namun beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam tubuh korban yang sangat menyakiti.

Catatan:  

1.      Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah sengat-sengat itu tapi jangan menggunakan kuku atau pinset, Anda justru akan lebih banyak memasukkan racun kedalam tubuh. Cobalah mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih atau dengan mendorongnya ke arah samping

2.      Balutlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.

B. Evakuasi Korban

Evakuasi adalah untuk memindahkan korban ke lingkungan yang lebih aman dan nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Prinsip dasar dalam melakukan evakuasi adalah:

1.      Dilakukan jika mutlak perlu

2.      Menggunakan teknik yang baik dan benar

3.      Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memiliki semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan kematian

Dalam melaksanakan proses evakusi korban, ada beberapa cara atau alat bantu yang harus digunakan, namun hal tersebut sangat tergantung pada kondisi yang dihadapi seperti medan, kondisi korban, ketersediaan alat dan sebagainya. Apabila tidak memiliki alat bantu untuk mengangkut korban maka mau-tikak mau kita harus mengangkutnya langsung tanpa alat bantu. Jika hanya satu orang pengangkut, maka korban harus dipondong apabila korban ringan dan anak-anak, di gendong apabila korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah tulang, dipapahapabila korban tanpa luka di bahu atas, di panggul ataudigendong atau bahkan juga bisa dilakukan dengan merayapposisi miring. Dan apabila ada dua orang atau lebih pengangkut korban, maka korban di pondong dengan posisi tangan lepas dan tangan berpegangan, Model membawa balok, atau bahkan bisa mengangkut korban dengan model membawa kereta.

Kamis, 22 November 2018

Permainan Bola kecil

Permainan Tenis Meja (Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Ukuran) Lengkap -Permainan tenis meja mulai populer di Inggris sejak abad ke 19 dengan nama pingpong, gossima dan whiff whoff kemudian berubah nama menjadi table tennis atau tenis meja. Pertama kali tenis meja di lombakan di Indonesia pada Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo.

Adapun variasi dan kombinasi keterampilan teknik dasar permainan tenis meja yaitu memegang bet, pukulan forehand, pukulan backhand, servis dan smash. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas pengertian tenis meja, sejarah tenis meja, teknik dasar permainan tenis meja, ukuran lapangan tenis meja.



Pengertian Permainan Tenis Meja

Tenis meja atau pingpong adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua pasangan (ganda) atau dua orang (tunggal) yang berlawanan. Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuh bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis meja di Indonesia) dan di dunia adalahITTF (International Table Tenis Federation).

Sejarah Permainan Tenis Meja

Permainan ini mulai populer di Inggris sejak abad ke 19 dengan nama pingpong, gossima dan whiff whoff. lalu mengganti nama menjadi table tennis atau tenis meja. Tenis meja mulai dikenal pada tahun 1901 karena diadakannya turnamen, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan tidak resmi tahun 1902.

Pada awal 1900-an, permainan tenis meja dilarang di negara Russia. Karena penguasa pada zaman itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek negatif pada penglihatan pemain.

Pada tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA)dibuat di Inggris, dan diikuti oleh Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926. Kota London menjadi tuan rumah kejuaraan dunia resmi pertama tahun 1926. Pada tahun 1933, Asosiai Tenis Meja Amerika Serikat di bentuk.

Pada tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China bahwa pihak komunis mempunyai "hasrat untuk tenis meja asal Inggris" yang menurutnya "ganjil".

Tahun 1950-an, raket yang menggunakan lembaran karet digabung dengan lapisan spons mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan perputaran bola. Penggunaan lem cepat dapat meningkatkan kecepatan dan perputaran lebih jauh yang menghasilkan perubahan peralatan untuk "menurunkan kecepatan permainannya". Tenis meja mulai diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1988.

Teknik Dasar Permainan Tenis Meja

1. Memegang bet

Berikut ini adalah teknik dasar memegang bet pada permainan tenis meja.

Teknik memegang bet seperti berjabat tangan (shakehand grip),teknik ini banyak digunakan oleh para pemain professional karena sangat populer di negara-negara Eropa. Dengan cara ini, seorang pemain dapat menggunakan kedua sisi bet.Teknik memegang bet seperti memegang tangkai pena (penhold grip), teknik ini juga dikenal dengan nama Asia grip, walaupaun banyak pemain Asia menggunakan teknik shakehand grip. Pada pegangan ini hanya satu sisi bet yang digunakan.Teknik seemiller grip, teknik ini juga banyak digunakan oleh kalangan professional dalam tenis meja. Seemiller grip juga disebut dengan American grip, yang merupakan versi dari Shakehand grip. Cara memegang nya hampir sama dengan shakehand grip tapi bedanya bet bagian atas diputar dari 20-90 dejarat ke arah tubuh. Jari telunjuk menempel di sepanjang sisi bet.
2. Pukulan Forehand dan Backhand

a. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand lurus
Bola dilambungkan ke teman.Dilakukan berpasangan atau kelompok.Yang telah melakukan pukulan forehand/backhand dan pelambung bergerak berpindah tempat
b. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand menyilang meja
Bola dilambungkan oleh teman dan cara dipantulkan ke meja dan dengan pukulan servis.Dilakukan berpasangan atau kelompok.Yang telah melakukan pukulan backhand dan pelambung bergerak berpindah tempat.
3. Servis

a. Servis forehand dan backhand lurus bidang servis.
Dilakukan berpasangan/berkelompokYang telah melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat.
b. Servis forehand dan backhand secara menyilang
Dilakukan berpasangan/kelompokYang telah melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat.
c. Servis forehand dan backhand ke sasaran
Dilakukan berpasangan/kelompokYang telah melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat.
4. Smash

a. Smash forehand
Posisikan kaki kiri berada di depan, dan kaki kanan di belakang. Miringkan badan sedikit ke kanan sehingga berat badan bertumpu pada kaki kanan.Tarik lengkan kebelakang, pinggang sedikit dimiringkan ke kanan.Setelah bola memantul dan mencapai titik teratas, mulai ayunkan lengan dari bawah ke atas, pukul dan tekan bola ke bawah dengan bantuan pergelangan tangan.
b. Smash backhand
Posisikan kaki kanan di depan, sementara kaki kiri di belakang. Miringkan badan sedikit ke kiri sampai pundak kanan menghadap meja.Tarik lengan bawah ke kiri, ke belakang dan lebih tinggi dari meja. Setelah bola memantul dan mencapai titik paling atas, ayunkan lengan bawah ke depan arah kanan dan pukul bola. Pergelangan tangan dapat membantu menekan bola serta mengatur arah, dan berat badan berpindah dari kiri ke kanan.

Ukuran Permainan Tenis Meja

Ukuran meja lapangan tenis meja

Panjang dan lebar meja :  274 cm dan 152,5 cm
Tinggi meja dari lantai lapangan : 76 cm
Tebal garis sisi : 2 cm
Luas : 4,1785 meter persegi

Ukuran tiang net dan jaring net tenis meja

Panjang net : 183 cm
Lebar/tinggi net : 15,25 cm
Jarak meja ke Tiang : 15,25 cm
Luas net = 0,279075 meter persegi.

Renang Gaya Bebas

.  Pengertian Renang Gaya Bebas

Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Gaya bebas adalah gaya berenang yang paling cepat dibandingkan gaya-gaya yang lainnya.

     B.   Teknik-Teknik Renang Gaya Bebas


1.     Teknik Pergerakan Tangan

a.    Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan agak berdekatan, tetapi tidak perlu menempel)

b.    Kemudian tarik tangan kiri ke bawah, terus ditarik sampai ke belakang.

c.    Kemudian angkat tangan kiri keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kiri tersebut sejauh mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kiri agak ditekuk di dekat telinga. Kemudian diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan masuk ke permukaan air).

d.    Pada waktu tangan kiri diangkat keluar dari permukaan air, langsung gerakkan dan tarik tangan kanan ke bawah sampai ke belakang -sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah b.

e.    Kemudian angkat tangan kanan keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kanan tersebut sejauh mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kanan agak ditekuk di dekat telinga. Kemudian diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan masuk ke permukaan air)-sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah c.Ulangi langkah b – e di atas.

2.    Teknik Pergerakkan Kaki

Gerakan kaki pada renang gaya bebas berperan sebagai tenaga pendorong dan terutama sebagai stabilisator dan pengatur keseimbangan. Latihan gerakan kaki biasanya di lakukan di kolam dangkal. Teknik gerakan kaki pada renang gaya bebas adalah :

a.    Sikap permulaan. Kedua lengan bertumpu pada lantai kolam tegak lurus dengan tubuh, jari jari tangan menunjuk ke depan.kedua tangan berpegangan pada tepi kolam. Tubuh dan kedua kaki lurus ke belakang rata dengan permukaan air.kepala atau muka menghadap ke depan.

b.     Gerakannya :

  Gerakan di mulai dari panggul dan berakhir dengan gerakan kibasan pergelangan kaki.

  Gerakan kaki yang ke bawah di lakukan dengan agak kuat,terutama gerakan pergelangan kaki. Jarak antara ujung kaki yang ke atsa dan yang ke bawah kira kira 25 – 40 cm.

c.    Prinsip Gerakan Kaki Pada Renang Gaya Bebas :

  Gerakan kaki di lakukan dengan naik turun pada bidang yang vertical, bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri.

  Gerakan di mulai dari paha, dan pada gerakan menendang tertekuk pada lutut, untuk kemudian di luruskan pada akhir tendangan.

  Pada saat tendangan dilakukan,telapak kaki bergerak, kaki keadaan lurus dan keadaan bengkok pada akhir tendangan.

  Gerakan kaki ke atas di lakukan dengan sikap yang lurus.

  Kekuatan gerakan yaitu tendangan ke bawah di lakukan dengan keras, sedangkan pada waktu kakai ke atas di alkukan dengan agak pelan.

 

3.    Teknik Bernafas Renang Gaya Bebas

Mengambil (menghirup) nafas dalam gaya bebas kita lakukan semenjak 2/3 kayuhan tangan kita, dan kita akhiri pada saat tangan kita kembali masuk kedalam air.Kita ambil contoh mengambil nafas ke sisi kiri. Pada saat kayuhan tangan kiri kita sejajar dengan dada, akan timbul gaya angkat pada sisi kiri tubuh kita. Akibatnya, tubuh pun akan miring menghadap ke sisi kiri. Pada saat itulah kita mulai mengambil nafas. Dan kemiringan tubuh kita dengan sendirinya akan membantu wajah kita untuk bisa menyembul keatas permukaan air dengan mudah dan alami.Pada saat wajah Anda kembali terbenam kedalam air, keluarkanlah udara dengan santai dari hidung Anda. Ini akan menimbulkan gelembung-gelembung air yang keluar dari hidung Anda.

4.    Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas

Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas.Pengambilan nafas dilakukan ketika tangan kiri sedang diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air, sedangkan tangan kanan akan naik ke permukaan air. Pada saat itulah, gerakkan kepala ke kanan untuk ambil nafas.Begitu juga bila Anda lebih suka bernafas ke kiri, yaitu dilakukan ketika tangan kanan sedang diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air dan tangan kiri akan naik ke permukaan air.Ketika mengambil nafas, kepala jangan diangkat ke atas, melainkan hanya menoleh ke samping kanan (atau boleh juga ke kiri ...pilih salah satu yang menurut Anda lebih nyaman).C.   Kesalahan-Kesalahan pada Renang Gaya Bebas 

1.     Wajah berada diatas air. Jika Anda melakukan hal ini, maka bagian bawah badan Anda akan cenderung untuk turun ke bawah, sehingga tahanan air akan membesar. Akibatnya, kecepatan Anda akan berkurang. Solusinya, benamkanlah wajah Anda kedalam air, dengan wajah menghadap ke bawah agak ke depan (membentuk sudut 45 derajat, menyerupai lampu senter yang sedang menyorot). Dengan wajah menghadap agak ke depan, Anda akan memiliki pandangan yang baik. Sebaliknya, jika wajah Anda menghadap tegak lurus ke dasar kolam, Anda akan berenang seperti kuda bendi yang mengenakan kacamata kuda.

2.    kepala terangkat dari permukaan air ketika mengambil nafas. Ini akan merusak keseimbangan dan irama Anda. Solusinya, cukup tolehkan kepala Anda ke samping, dengan satu telinga Anda tetap tercelup didalam air. Namun Anda jangan semata-mata menolehkan kepala Anda saja. Miringkanlah tubuh Anda, maka dengan sendirinya kepala Anda akan menoleh dan Anda bisa menghirup nafas dengan mudah dan leluasa.

3.    Lutut tertekuk ketika kedua kaki mengayun. Akibatnya, tubuh Anda tidak lagi streamline alias lurus sejajar permukaan air. Tahanan air pun akan membesar dan kecepatan Anda akan berkurang. Solusinya, ayunkan kaki mulai dari paha. Jangan tekuk lutut Anda. Fungsikan lutut hanya untuk menjaga kelenturan ayunan kaki Anda.

4.    kesalahan gerakan tangan. Perlu diketahui, gerakan tangan inilah sumber gaya dorong (propulsi) yang paling utama, bukan gerakan kaki Anda. Gerakan kaki, meski juga menimbulkan gaya dorong, pada dasarnya hanyalah untuk menjaga agar tubuh bagian bawah tidak jatuh kebawah, atau dengan kata lain tetap lurus dengan tubuh bagian atas, dan juga untuk menjaga keseimbangan tubuh selama berenang. Karena gerakan tangan adalah sumber utama propulsi, maka gerakan tangan yang benar akan menciptakan propulsi yang besar sehingga laju Anda akan semakin cepat.Mengayuh yang benar dilakukan sampai dengan tangan pengayuh mencapai paha kita. Adalah sebuah kesalahan jika tangan kita mengayuh hanya sampai sejajar dada kita. Jika ini terjadi, propulsi yang ditimbulkan pun tidak akan optimal.

5.    Tangan kita turun sesudah masuk kembali kedalam air (yakni pada fase ekstensi). Hal ini akan menghambat laju kita. Disamping itu, jika kesalahan ini kita lakukan bersamaan dengan mengambil nafas, maka wajah kita tidak akan bisa menyembul dari permukaan air dengan optimal sehingga kita menjadi kurang nyaman dalam mengambil nafas. Yang benar, begitu tangan Anda masuk kembali kedalam air, sorongkanlah lurus kedepan sejajar permukaan air, seolah-olah hendak meraih benda terapung yang terletak jauh di depan Anda. Inilah fase ekstensi yang benar.

     D.  Tips-Tips Renang Gaya Bebas

 1.      Kaki terus bergerak (tidak boleh berhenti), walau ketika sedang mengambil nafas.

2.    Tangan kanan dan kiri bergerak terus secara bergantian (tanpa jeda/istirahat).

3.    Posisi telapak tangan agak menghadap ke luar ketika akan menyentuh permukaan air. Jadi seolah-olah ujung ibu jari tangan yang menyentuh permukaan air lebih dulu.

4.    Ketika kepala menoleh ke kanan (atau ke kiri) untuk mengambil nafas, kemudian langsung secepatnya gerakkan kembali kepala ke dalam air. Jangan menunggu gerakan tangan kanan (tangan kiri) selesai.

5.    Agar gaya bebas ini bisa lebih cepat dan gerakannya lebih stabil, pengambilan nafas dilakukan setelah 2 - 3 set gerakan tangan. Jadi jangan sekali gerakan tangan langsung mengambil nafas.